Oleh : Anisa
Wanita adalah makhluk yang dikaruniai keunikan dan kelembutan yang terlihat lemah namun memiliki jiwa yang kuat. Sekarang istilah women support women adalah cara bagi wanita untuk saling mendukung dan mensyukuri diri sebagai wanita. Karena sesama wanitalah yang bisa saling memahami kondisi satu sama lain.
Baca juga : Eksistensi Keberadaan Media Cetak di Era Gen Z
Padahal kenyataannya, kita sering menjumpai sesama wanita saling menjatuhkan. Serta merasa tersaingi atas kebahagiaan atau pencapaian wanita lain. Misalnya menghakimi tanpa tahu masalahnya serta menjudge cara berpakaian yang norak. Padahal mereka adalah sesama wanita. Bahkan Beberapa dari mereka percaya bahwa arti "women support women" hanyalah sebuah kalimat belaka yang tidak bermakna.
Dari perspektif psikologi evolusi yang dipopulerkan oleh David Buss, terdapat istilah yang disebut intrasexual competition, yaitu persaingan diantara sesama kelompok laki-laki maupun perempuan. Seperti yang dijelaskan oleh Alvieni Angelica, M.Psi., Psikolog Klinis dikutip dari kumparan, “dalam kelompok laki-laki, status sosial dan kemampuan fisik yang menjadi bahan kompetisi umum. Sedangkan pada perempuan, awet muda dan daya Tarik fisiklah yang menjadi bahan kompetisinya. Jadi, sebenarnya fenomena ini bukan hanya terjadi pada perempuan saja.”
Lalu sebenarnya women support women itu apa ? kenapa masih saling menjatuhkan sesama perempuan ?
Kalau kata Najwa Shihab “Lingkaran kekuatan perempuan itu simple, just women supporting women udah bisa jadi obat dan penguat yang luar biasa banget “ Padahal juga belum tentu di terapkan
Perilaku saling menjatuhkan antar sesama perempuan “bersumber” dari seksisme, kenapa di katakan begitu karena seksisme adalah prasangka yang didasarkan pada gender. Jadi, seksisme ini sering kali ditujukan pada perempuan, sehingga yang dimaksud disini adalah adanya penilaian negatif terhadap seseorang karena seseorang tersebut adalah perempuan.
Dikutip dari situs European Institute for Gender Equality, seksisme berkaitan dengan kepercayaan fundamental tentang hal alamiah dari perempuan dan laki-laki, serta bagaimana mereka berperan dalam masyarakat. Anggapan seksis diwujudkan melalui stereotip gender di mana satu gender dipandang lebih unggul dibanding gender lainnya. Akibat pandangan seksis, terjadi diskriminasi dalam berbagai ranah kehidupan.
Nah, seksisme tidak hanya pada laki-laki, meski yang menjadi korban seringkali perempuan di kehidupan sosial. Seksisme juga bisa ada pada diri perempuan, perempuan pun bisa berperilaku seksis dan mengungkapkan kebencian kepada sesama perempuan yang mana seharusnya saling mendukung satu sama lain malah saling menjatuhkan dan mempermalukan sesama.
Idealnya, seorang wanita harus mendukung wanita lain, tapi ternyata kadang ada syarat dan ketentuan berlaku. Setiap wanita diberikan keistimewaan yang berbeda-beda yang membuatnya unggul di beberapa bidang. Para perempuan di Indonesia sebenarnya sudah melek akan isu-isu dan membela sesama perempuan. Women support women ini harus di mulai dari diri sendiri untuk menghargai kelebihan yang mereka punya tanpa harus membandingkan dengan orang lain. jangan jadikan women support women Cuma sebagai jargon, tapi juga harus di buktikan karena sesama perempuan harus saling merangkul sehingga nasib para perempuan di Negeri ini mungkin akan lebih baik.


Bagikan